Inflasi Kota Pematangsiantar Terkendali

Rabu, 24 Januari 2018

Humas

Berita

Dibaca: 478 kali

Rapat Bulanan TPID Pematangsiantar Awal Tahun 2018

Dalam rangka evaluasi capaian dan kinerja pada tahun 2017 serta pemetaan faktor risiko inflasi tahun 2018 dan upaya yang akan dilakukan, mengawali tahun 2018 TPID kota Pematangsiantar melaksanakan rapat koordinasi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Selasa (23/1).

Pada rapat koordinasi yang dipimpin Asisten Adm Perekonomian dan Pembangunan, Drs. M Akhir Harahap menghimbau kepada seluruh tim agar dapat melakukan pemantauan terkait laju inflasi harga-harga di Pematangsiantar, "sesuai ekpos BI tentu kita dapat mencermati perbandingan laju inflasi tahun ini dan tahun sebelumnya, agar kita dapat mengambil langkah-langkah pengendalian", katanya.

Pada kesempatan tersebut, BPS Kota Pematangsiantar maupun Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar menyampaikan kondisi inflasi pada tahun 2017 serta faktor risiko yang perlu diwaspadai ke depan. OPD yang terlibat sebagai anggota TPID juga menyampaikan program kerja yang dapat disinergikan dengan upaya pengendalian inflasi kota Pematangsiantar.

Dalam siaran pers pihak Bank Indonesia diantaranya dijelaskan, Indeks Harga Konsumen (IHK) kota Pematangsiantar pada periode Desember 2017 terpantau inflasi 0,46% (mtm) dan secara keseluruhan tahun 2017 mencapai 3,10% (yoy), yang berada dalam kisaran inflasi yang ditetapkan yaitu sebesar 4±1% (yoy).

Terkendalinya inflasi 2017 didorong oleh rendahnya inflasi inti yang tercatat 2,67 (yoy), lebih rendah dari rata-rata tiga tahun terakhir, rendahnya inflasi volatile food yang tercatat 2,25% (yoy) seiring dengan terjaganya pasokan dan distribusi bahan pangan, dan terkendalinya dampak kenaikan berbagai tarif dalam inflasi administered prices yang tercatat 6,90% (yoy).

Selain itu, inflasi 2017 juga didukung oleh faktor positif permintaan dan penawaran, rendahnya tekanan eksternal, serta koordinasi yang kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah. Realisasi inflasi kota Pematangsiantar lebih rendah dibanding provinsi Sumatera Utara maupun nasional. Secara total, Provinsi Sumatera Utara mengalami inflasi sebesar 0,70% (mtm) atau 3,20% (yoy).

Kota Padangsidempuan mencatat inflasi tertinggi, yaitu 0,87% (mtm) atau 3,82. Kota Medan inflasi sebesar 0,73% (mtm) atau 3,18% (yoy), sementara Sibolga inflasi 0,38% (mtm) atau 3,08% (yoy). Realisasi Sumatera Utara masih terpantau lebih rendah dibanding inflasi nasional sebesar 0,71% (mtm) atau 3,61% (yoy).

Capaian tersebut tidak terlepas dari peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pematangsiantar dalam upaya menjaga inflasi yang rendah dan stabil sesuai dengan target nasional. Tim teknis TPID Kota Pematangsiantar secara rutin melaksanakan rapat koordinasi bersama setiap bulan serta koordinasi dengan TPID kabupaten/kota lainnya secara triwulanan.

Rapat diikuti tim teknis TPID Pematangsiantar diantaranya Bulog, BPS, PLN, beberapa OPD seperti Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Ketahanan Pangan, Bappeda, Dinas Perhubungan, Dinas PU dan Tata ruang, Bagian Perekonomian serta Bagian Humas dan Protokoler. (Humas/C2/S2).

Berita Terkait

Share

Kembali ke atas

PEMIMPIN KOTA PEMATANGSIANTAR




ARSIP BERITA

Jajak Pendapat

Apakah Website Pemerintah Kota Pematangsiantar telah memberikan informasi publik dengan baik?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat Kurang

Lihat

APLIKASI PEMKO PEMATANGSIANTAR

Siantar Smart City

e-PLANNING

Login Admin Aspirasi Smartcity

Statistik Pengunjung

  Online = 3
  Hari ini = 4
  Total = 104958

Ikuti Kami