Pemko Pematangsiantar Siapkan 5 Langkah Waspadai Wabah Difteri

Sabtu, 16 Desember 2017

Humas

Berita

Dibaca: 1043 kali

Menyikapi surat edaran Menkes RI nomor HK.02.01/MENKES/158/2017 tentang kewaspadaan penyakit difteri dan surat edaran Pemprovsu nomor. 440/7260/2017, Pemerintah kota Pematangsiantar melalui dinas kesehatan (Dinkes) telah melakukan langkah pencegahan dan penanggulanngannya melalui puskesmas dan rumah sakit, kordinasi dengan petugas surveilan, monitoring serta memberikan vaksin imunisasi, Demikian disampaikan Walikota melalui kadis dr. Ronald H Saragih, Jumat, (15/12).

Menkes minta produksi vaksin untuk difteri dipercepat, Outbreak Response Immunization (ORI) akan dilakukan secara bertahap yang akan diawali Senin (11/12) di 12 kabupaten/kota di 3 provinsi (DKI Jakarta, Jawa barat, dan Banten). Selanjutnya akan dilakukan pada Januari dan Juli 2018. Demikian salah satu uangkapan Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek, dikutip dari situs depkes.go.id terbitan 10 desember 2017 yang lalu.

Diterangkan dr. Ronald, Tanda dan gejala penyakit Difteri diantaranya demam, ada pseudo membran tebal warna putih, keabuan, kebiruan melapisi tenggorokan dan tonsil (ciri khas), hidung berair, bengkak diarea leher, sakit tenggorokan dan suara serak, nyeri saat menelan, kelenjar getah bening dileher membengkak, serta kesulitan bernafas dan nafas cepat.

Tanda dan gejala umumnya muncul 2 - 5 hari setelah terinfeksi, namum bisa juga baru muncul 10 hari kemudian, penularan penyakit difteri terjadi melalui tetes udara yang dikeluarkan oleh penderita ketika batuk atau bersin, penularan juga dapat terjadi melalui tissue/sapu tangan atau gelas bekas minum penderita atau menyentuh luka penderita.

Anak-anak kurang dari 5 tahun dan orang dewasa sangat beresiko tertular penyakit difteri, sedangkan orang dewasa bisa menjadi carrier untuk menularkannya kepada anak-anak, apabila ada tanda dan gejala seperti diatas, segera bawa anak ke puskesmas dan rumah sakit.

Langkah-langkah yang telah dilakukan dinas kesehatan kota Pematangsiantar antara lain, menyampaikan surat edaran keseluruh puskesmas dan rumah sakit, koordinasi dengan petugas surveilans, monitoring wilayah kerja, menyediakan vaksin imunisasi untuk bayi dan balita di seluruh puskesmas, menghimbau kepada masyarakat untuk mengkoordinasikan apabila ditemukan kasus difteri.

"Sejauh ini di kota Pematangsiantar belum kita temukan kasus penyakit difteri, kita himbau masyarakat dapat berkordinasi ke pemerintah kota melalui dinas kesehatan bila ditemukan kasus Difteri", katanya mengakhiri. (Humas/S2).

Berita Terkait

Share

Kembali ke atas

PEMIMPIN KOTA PEMATANGSIANTAR




ARSIP BERITA

Jajak Pendapat

Apakah Website Pemerintah Kota Pematangsiantar telah memberikan informasi publik dengan baik?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat Kurang

Lihat

APLIKASI PEMKO PEMATANGSIANTAR

Siantar Smart City

e-PLANNING

Login Admin Aspirasi Smartcity

Statistik Pengunjung

  Online = 5
  Hari ini = 61
  Total = 140061

Ikuti Kami