H E B OH

Sabtu, 12 Agustus 2017

Humas

Artikel

Dibaca: 126 kali

H e b o h

Heboh, kalau ditambah awalan dan akhiran seperti (dihebohi - menghebohkan -  menghebohi - mengheboh hebohkan).

Siapapun tau, kemudian akan menimbulkan pengertian yang berbeda beda namun, simpulnya menjadi ramai, menjadi fokus perhatian, di perbincangkan banyak orang, aktual, bila tidak membincangkannya di anggap ketinggalan, dianggap tak mengikuti perkembangan dan lain sebagainya.

Disela itu ada yang bertanya, "mengapa manusia suka yang heboh-heboh". Lalu ada yang jawab,
"ya karena bukan hewan". Benar juga, kalau hewan selalu menjadi korban kehebohan manusia, manusia membakar hutan,  lalu hewan yang ada dihutan nyasar ke kampung-kampung dan kemudian heboh, menghebohkan dan di heboh hebohkan pula, kesemuanya itu masih dalam krangka tingkah laku manusia.

Manusialah yang menjadi pokok pelakunya yang suka dengan yang heboh heboh. Baru baru ini ada sungai yang melintang ditengah kota Pematangsiantar dihebohkan, yang airnya berobah menjadi merah, sungai yang selama ini tak pernah dihebohkan karena masih banyak juga masyarakat yang tega membuang sampah, sampai dua tiga hari menjadi perbincangan di media sosial dan di setiap sudut kota, disebut sebut fenomena alam, warna air yang bagai darah, maka berbondong bondonglah masyarakat akibat dari meng-heboh hebohkan dan aktor yang menghebohkan ternyata membuang tinta ulos berwarna merah dari hulu sungai.

Coba sedikit lagi kita agak kedalam permasaalahannya, HEBOHOLOGI ternyata ada
tetapi sangat sedikit jumlah masyarakat yang mau mengerti dari peristiwa heboh menghebohkan itu, contohnya seseorang yang tidak tau apa-apa dipermak sedemikian rupa, lalu digadang gadang menjadi pejabat, bisa walikota bisa bupati bisa gubernur bisa presiden bisa di Legislatif dan lain lain, di make up kelembaga survey diberi judul calon pemimpin peduli memasyarakat, menjanjikan sesuatu sehingga menjadi heboh karena diheboh hebohkan dan ada aktor atau konsultan yang mengheboh hebohkan tadi,  jadilah pusat perhatian lalu terpilih, setelah terpilih lalu di hebohkan lagi karena ketidak beresannya memimpin.

Hal tersebut terus berlangsung, konon tak jua masyarakat belajar dari heboh-heboh yang tak bernilai itu, ayo siapa yang salah?, ini bukan pertanyaan yang harus dijawab.

Disosial media banyak yang heboh-heboh, dirasa kurang heboh ada teman yang minta di viralkan (dibaca ; Pai ral), lalu saya bilang anda bisa saya setting agar bisa di hebohkan lalu  saya usulkan (naik saja keatas gedung yang paling tinggi lalu ente buang air kecil dari atas biar ku shooting, pasti heboh).

Hal ini sdh membudaya dimasyarakat, ini bukanlah budaya yang patut ditiru, budaya yang sebenarnya bukan yang demikian, nenek moyang kita meninggalkan budaya gotong royong, negeri kita melindungi setiap orang untuk memahami agamanya, jangan menuding pihak lain dengan pemahaman yang belum jelas diketahui kebenarannya, negeri ini negeri Pancasila, punya persatuan yang menjadi kekuatannya, bukankah yang mengheboh-hebohkan itu memancing persepsi yang mampu memicu pertentangan, apalagi yang dihebohkan sesuatu yang tak bernilai, coba lihat akibatnya, yang bernilai tak lagi bernilai yang tak bernilai justru menjadi nilai, yang penting tak di pentingkan, yang remeh temeh justru di pentingkan.

Begitu nasehat lelaki separuh baya berkumis hitam yang duduk berdampingan dengan ku di kedai kopi, lumayan juga nasihatnya akhirnya membuat aku merenungkannya.

Ku ingat lagi...banyak peristiwa yang menghebohkan di kotaku Pematangsiantar ini.
Kalau ada perayaan keagamaan sulit panitia mengumpulkan massa tapi kalau ada acara kembang api pakai artis di akhir tahun manusiapun berjibun heboh dihebohkan dan menghebohkan dan ada yang bilang ibadahpun tertinggal.

Oh heboh... oh yang menghebohkan... oh yang dihebohkan.

Urang awak bilang Iyo Bana Tu.
Wassalam.

Penulis : Ibra

Berita Terkait

Share

Kembali ke atas

PEMIMPIN KOTA PEMATANGSIANTAR



ARSIP BERITA

Jajak Pendapat

Apakah Website Pemerintah Kota Pematangsiantar telah memberikan informasi publik dengan baik?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat Kurang

Lihat

APLIKASI PEMKO PEMATANGSIANTAR

Siantar Smart City

e-PLANNING

Statistik Pengunjung

  Online = 4
  Hari ini = 132
  Total = 37344

Ikuti Kami